Salin-tempel setiap hari
Pesanan dari toko online diketik ulang ke ERP, lead dari form disalin ke CRM, dan data penjualan dipindah ke spreadsheet.
Kami menghubungkan CRM, ERP, e-commerce, WhatsApp, dan aplikasi kantor Anda, lalu menempatkan AI di tengah alurnya. Data berpindah otomatis, keputusan rutin diambil AI, dan tim berhenti menyalin data dari satu aplikasi ke aplikasi lain.
CRM, ERP, toko online, dan spreadsheet masing-masing bekerja baik. Masalahnya ada di antara aplikasi tersebut.
Pesanan dari toko online diketik ulang ke ERP, lead dari form disalin ke CRM, dan data penjualan dipindah ke spreadsheet.
Stok di toko online berbeda dengan gudang, status pelanggan di CRM tertinggal dari keuangan. Setiap divisi memegang angka yang berbeda.
Proses hanya berjalan jika admin tertentu masuk kerja. Saat ia cuti, pesanan dan laporan ikut tertunda.
Otomasi biasa hanya memindahkan data dengan aturan tetap. Integrasi AI juga membaca email, PDF, dan chat, mengklasifikasikan isinya, lalu menentukan langkah berikutnya sebelum data dikirim ke sistem tujuan.
Workflow AI menjadi penghubung antara aplikasi yang sudah Anda pakai. Data masuk dari satu sistem, diproses AI, lalu dikirim ke semua sistem yang membutuhkannya.
Pesanan baru, form terisi, email masuk, atau jadwal tertentu memulai workflow.
Data dibaca, divalidasi, diklasifikasikan, dan diperkaya sesuai aturan bisnis.
Sistem tujuan diperbarui, tim diberi notifikasi, dan setiap langkah tercatat.
Setiap workflow dirancang dari proses nyata klien, dimulai dari yang paling banyak menyita jam kerja.
Pesanan baru langsung menjadi sales order, stok diperbarui, invoice dibuat, dan pelanggan menerima konfirmasi.
Lead dari website dan iklan dibersihkan dari duplikat, diberi skor, lalu ditugaskan ke sales yang tepat.
Email permintaan dibaca AI, dikategorikan, lalu dibuat menjadi tugas atau tiket untuk divisi yang bertanggung jawab.
Permintaan pembelian dicek terhadap budget, dikirim ke manajer untuk disetujui, lalu menjadi PO di ERP.
Data pembayaran dicocokkan dengan invoice terbuka, status lunas diperbarui, dan selisih dilaporkan ke keuangan.
Setelah kontrak disetujui, akun dibuat, folder proyek disiapkan, dan jadwal kickoff dikirim ke tim dan pelanggan.
Aturan tetap cocok untuk data yang rapi. Proses bisnis nyata jarang serapi itu.
| Aspek | Otomasi berbasis aturan | Workflow dengan AI |
|---|---|---|
| Email, PDF, chat | Tidak bisa diproses | Dibaca dan diubah menjadi data terstruktur |
| Keputusan | Aturan if/then yang kaku | AI menilai konteks, kategori, dan prioritas |
| Data tidak lengkap | Workflow berhenti atau error | Dilengkapi otomatis atau diteruskan ke tim |
| Pemantauan | Error sering tidak diketahui | Log setiap eksekusi dan notifikasi saat gagal |
| Perubahan proses | Alur dibangun ulang | Aturan dan instruksi AI disesuaikan |
Otomasi yang gagal diam-diam lebih berbahaya daripada proses manual. Karena itu setiap workflow kami lengkapi dengan pemantauan dan jalur cadangan.
Jika aplikasi Anda memiliki API, webhook, atau akses database, kemungkinan besar bisa dihubungkan.
Dengan model AI terdepan: OpenAI, Claude oleh Anthropic, dan Google Gemini.
Alur data dan pekerjaan salin-tempel antar aplikasi dipetakan.
Pemicu, aturan, dan penanganan pengecualian disepakati.
Workflow diuji dengan data nyata sebelum dijalankan penuh.
Berjalan paralel dengan proses lama sampai hasilnya terbukti.
Eksekusi dipantau dan workflow baru ditambahkan bertahap.
Audit Proses Otomasi AI onsite untuk perusahaan menengah, 3 hari kerja. Perusahaan besar Rp 50 jt, 5 hari kerja.
Pembangunan workflow, dihitung dari jumlah workflow, sistem yang dihubungkan, dan langkah AI di dalamnya.
Pemantauan, perbaikan saat aplikasi pihak ketiga berubah, dan penambahan workflow baru.
Integrasi AI dan otomasi workflow adalah penghubungan aplikasi bisnis seperti CRM, ERP, e-commerce, WhatsApp, dan aplikasi kantor, dengan AI di tengah alurnya. Data berpindah otomatis antar sistem, sementara AI membaca, memvalidasi, dan mengklasifikasikan data sebelum dikirim ke sistem tujuan.
Otomasi biasa memindahkan data dengan aturan tetap dan sering berhenti jika data tidak rapi. Workflow dengan AI dapat membaca email, PDF, dan chat, menilai konteks, melengkapi data, dan meneruskan kasus di luar aturan ke tim.
Kommo CRM, Zoho, Google Workspace, Microsoft 365, WhatsApp Business API, WooCommerce, Shopify, marketplace, ERP perusahaan, software akuntansi, Slack, dan aplikasi lain yang memiliki API, webhook, atau akses database.
Masih ada beberapa opsi, misalnya ekspor dan impor terjadwal, pemrosesan email otomatis, atau akses langsung ke database. Opsi yang paling aman dan stabil ditentukan saat audit.
Setiap eksekusi tercatat. Jika aplikasi tujuan tidak merespons, workflow mencoba ulang secara otomatis. Jika tetap gagal, tim Anda menerima notifikasi lengkap dengan data yang perlu diperiksa, sehingga tidak ada data yang hilang tanpa diketahui.
Akses ke setiap aplikasi memakai izin seminimal mungkin, alur data didokumentasikan, layanan AI kelas bisnis dipilih sesuai kebijakan IT Anda, dan seluruh pekerjaan dilakukan di bawah NDA.
Proyek dimulai dengan Audit Proses Otomasi AI onsite mulai Rp 22 juta untuk perusahaan menengah dan Rp 50 juta untuk perusahaan besar. Biaya pembangunan dihitung dari jumlah workflow, sistem yang dihubungkan, dan langkah AI di dalamnya.
Konsultasi pertama gratis. Ceritakan aplikasi yang Anda pakai, kami tunjukkan workflow yang paling cepat memberi hasil.